Risiko Pinjaman Online, Bunga dan Denda yang Menumpuk

Pinjaman online memang menawarkan kemudahan. Mulai dari proses yang cepat dan mudah, bunga kecil, hingga beragam produk pinjaman yang ditawarkan. Namun dibalik kelebihannya, terdapat risiko pinjaman online yang perlu Anda perhatikan.

Risiko Pinjaman Online, Bunga dan Denda yang Menumpuk
istockphoto.com

3 Risiko Pinjaman Online

Sebenarnya, tidak ada masalah untuk menggunakan pinjaman online. Dengan catatan, pinjaman online tersebut terbukti aman dan sudah terdaftar di OJK.

Selain itu, juga sesuai dengan kemampuan finansial dan memiliki perencanaan keuangan yang matang. Akan tetapi, supaya semakin bijak dalam menggunakan pinjaman online, penting bagi Anda untuk memahami dampak negatifnya.

Dengan mengetahui dan memahami setiap risikonya, maka Anda bisa terhindar dari kerugian. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa risiko pinjaman online.

1. Tergiur dengan Kemudahan Pengajuannya

Pinjaman online memiliki proses pengajuan yang sangat mudah. Bahkan, pencairan dananya saja bisa melalui aplikasi hanya dengan beberapa klik.

Dengan proses pengajuan yang sangat mudah inilah, tak sedikit nasabah yang tergiur dan terlena. Hingga akhirnya, menggunakan pinjaman online sebagai sebuah kebiasaan atau memanfaatkannya dalam jangka waktu panjang.

Tak jarang pula, pinjaman online menawarkan produk pinjaman dengan nominal yang besar. Melalui pengajuan yang mudah, orang-orang mulai berpikir untuk meminjam uang dalam jumlah yang lebih besar.

Jika hal ini terus dilakukan, bukan tidak mungkin bagi Anda memiliki hutang atau cicilan yang menumpuk. Seiring waktu, pinjaman dan bunganya bisa menjadi beban yang berdampak pada kondisi finansial yang buruk.

2. Bunga dan Denda yang Semakin Menumpuk

Risiko pinjaman online selanjutnya yakni bunga dan denda yang semakin menumpuk. Sudah menjadi rahasia umum, jika pinjaman online selalu memberlakukan bunga dan denda.

Besaran bunga yang ditawarkan sangatlah bervariasi, hal ini sesuai dengan kebijakan pihak penyedia pinjaman onlinenya. Jika Anda tidak dapat melunasi pinjaman melebihi jangka waktu yang sudah ditetapkan, ada denda yang harus dibayar.

Denda ini akan dikenakan setiap bulannya. Bahkan, tak jarang pula memberlakukan denda per hari.

Jika Anda semakin lama menunda untuk melunasinya, maka denda dan bunga tersebut akan terus bertambah. Jika sudah demikian, denda dan bunga akan terus menumpuk, hal ini dapat memberikan beban finansial yang cukup berat.

3. Penyalahgunaan Data Pribadi

Penyalahgunaan data pribadi juga termasuk salah satu risiko pinjaman online yang perlu Anda waspadai. Biasanya, pihak penyedia pinjaman online akan meminta data pribadi nasabah.

Data pribadi tersebut umumnya berfungsi sebagai syarat dan ketentuan. Padahal, penggunaan data-data yang bersifat privasi tersebut tidak boleh Anda gunakan secara asal-asalan.

Selain itu, layanan pinjaman online biasanya juga meminta nasabah mengunggah foto hingga menunjukkan KTP. Apabila pinjaman online tersebut tidak terpercaya dan beroperasi secara ilegal, maka ada kemungkinan besar data Anda akan disalahgunakan.

Data-data tersebut bisa mereka gunakan untuk hal-hal buruk yang dapat merugikan Anda. bahkan, bisa jadi mereka gunakan untuk melakukan tindak kejahatan yang merugikan Anda maupun orang lain.

Sebenarnya, risiko pinjol bisa dengan mudah Anda cegah. Beberapa langkah tepatnya, yakni selalu menggunakan layanan pinjaman online yang sudah terdaftar di OJK.

Dengan begitu, Anda mendapatkan jaminan keamanan saat memanfaatkan pinjaman online tersebut. Kemudian, pinjam dana sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Hal ini akan memudahkan Anda untuk melunasi pinjaman, sehingga tidak ada tunggakan atau telat membayar.

Pinjaman online memang bisa membantu kondisi keuangan. Akan tetapi, pinjaman online hanya sebagai alternative saja. Ada baiknya, untuk memiliki perencanaan keuangan yang baik supaya tidak terbelit hutan maupun menghadapi risiko pinjaman online.

Tinggalkan komentar